Botol dari Bahan Nabati..

PEPSICO Inc, kemarin, mengumumkan keberhasilan perusahaan memproduksi botol yang seluruhnya terbuat dari bahan tumbuhan. Botol-botol itu diklaim jauh lebih ramah lingkungan ketimbang botol-botol plastik dan gelas yang mengotori lingkungan bila tidak didaur ulang. Bahan pembuatan botol yang ddibuat dengan Teknologi terbaru Pepsi tersebut terdiri dari rumput, kulit batang pinus, kelobot jagung, dan tumbuhan lain. Selanjutnya, Pepsi berencana untuk menggunakan kulit jeruk, kulit gandum, sisa-sisa kentang, dan sisa-sisa bahan makanan lainnya yang banyak dihasilkan usaha restoran. Senior Vice President Riset PepsiCo Rocco Papapila mengatakan botol dari bahan tumbuhan akan terlihat, terasa, dan melindungi minuman didalamnya sama seperti botol yang ada saat ini. “Tidak bisa dibedakan,” ujarnya.

Pihak PepsiCo menyatakan botol itu akan menjadi botol pertama dari kategori botol PET yang 100% terbuat dari bahan tumbuhan. Itu berarti Pepsi berhasil mengalahkan kompetitornya, Coca-Cola, yang terlebih dahulu mampu memproduksi botol berbahan tumbuhan, tapi hanya 30%. Saat pertama kali mengumumkan botol berbahan tumbuhan, Mei 2009, Coca-Cola meyakini akan memerlukan beberapa tahun sebelum akhirnya botol 100% berbahan tumbuhan bisa diproduksi secara komersial.

“Kami berhasil memecahkan kodenya,” ungkap Papapila. Botol PET plastik yang lazim digunakan saat ini terbuat dari bahan fosil seperti minyak bumi yang saat ini harganya tengah bergejolak. Bahan plastik botol PET semakin luas dipergunakan karena ringan dan tahan pecahserta tidak mempengaruhi rasa. Dengan memanfaatkan bahan tu,buhan sebagai pengganti, Pepsi berupaya mengurangi dampak negatif produksi terhadap bahan lingkungan.

Menurut Papapila, harga botol berbahan tumbuhan tersebut kurang lebih sama dengan harga botol PET biasa. PepsiCo berencana menguji produk itu pada 2012 dengan memproduksi beberapa ratus botol. Begiti merasa yakin  botol-botol tumbuhan bisa diproduksi secara komersil dalam skala besar, PepsiCo akan mengonversi semua produk botol PET yang diproduksi perusahaan.

 

 

 

*sumber; Media Indonesia